Atasi Penyakit Dengan Jintan Hitam

Jintan hitam (Nigella Sativa) merupakan rempah-rempah berbentuk biji hitam yang telah dimanfaatkan sejak masa peradaban Mesir kuno sebagai tanaman obat untuk menyembuhkan berbagai macam keluhan penyakit.

Jintan hitam digunakan secara luas oleh para pengobat tradisional di India dan Timur Tengah termasuk Indonesia, karena khasiatnya yang secara empiris mengatasi berbagai macam penyakit. Fakta ini diperkuat dengan riset ilmiah di lembaga-lembaga pengobatan modern.

Berdasarkan hasil penelitian, jintan hitam yang memiliki nama lain habbatussauda/black seed/black cummin, mengandung bahan aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya nigellion dan timocinon yang berfungsi sebagai anti histamin, anti oksidan, anti infeksi serta broncodialating. Juga mengandung minyak atsiri, minyak lemak dan saponin melantin. Minyak atsiri pada umumnya bersifat sebagai anti bakteri dan peradangan.

Kandungan lain yang terdapat pada jintan hitam adalah asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial yaitu asam alpha linolenik (omega-3) dan linoleik (omega-6). Juga mengandung 15 macam asam amino, protein, karbohidrat, minyak volatil dan crude fiber. Kandungan vitamin dan mineralnya meliputi kalsium, potasium, besi, magnesium, selenium, vitamin A, vitamin B1, B2, B6, vitamin C, vitamin E, niacin serta arginin.

Manfaat Jintan Hitam :

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Membuang racun dari dalam tubuh
  • Anti tumor, kanker, bakteri serta virus
  • Menyembuhkan/mengurangi reaksi alergi seperti asthma dan bronchitis
  • Menghilangkan jerawat, menghaluskan dan mengencangkan kulit serta mengobati penyakit kulit seperti kurap, kudis, eksim
  • Mengobati gangguan lambung (maag) dan hati (liver)
  • Mencegah gangguan ginjal dan saluran kemih
  • Menormalkan tekanan darah
  • Menurunkan kolesterol dan kadar gula
  • Menyembuhkan asam urat dan rematik
  • Menyembuhkam impotensi serta menambah energi bagi pria
  • Memperlambat proses penuaan sel
  • Memperkuat daya ingat dan konsentrasi
  • Memperlancar dan meningkatkan produksi asi

Catatan: Untuk wanita hamil dilarang mengkonsumsi jintan hitam!



Anemia - Wanita Lebih Rentan

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata kaum wanita lebih rentan terhadap anemia (kurang darah) dibanding pria. Walaupun pada dasarnya masalah anemia dapat dialami siapapun dari usia anak-anak sampai dewasa.

Wanita lebih rentan terhadap anemia terutama terjadi pada wanita usia reproduktif, disebabkan beberapa hal diantaranya; melahirkan, kehilangan darah saat menstruasi, meningkatnya kebutuhan zat besi (Fe) sewaktu mengandung dan menyusui.

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari batas normal. Normalnya kadar Hb pada wanita rata-rata 12-14 g/dl, sedangkan pada pria sekitar 14-16 g/dl.

Fungsi penting Hb adalah mengangkut zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh, jika jumlah Hb tidak memadai maka pasokan zat gizi serta oksigen yang diangkut ke seluruh tubuh pun berkurang. Akibatnya proses metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik dan energi yang dihasilkan menjadi sedikit. Untuk mencukupinya, jantung dipacu bekerja lebih keras. Maka kemudian timbul gejala jantung berdebar, tubuh menjadi cepat lelah dan lemah, pucat, kehilangan nafsu makan, apatis, sulit berkonsentrasi, sesak nafas, pusing serta sering terserang penyakit.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan anemia :

  • Menurunnya kualitas dan jumlah sel darah merah karena kekurangan zat besi (Fe), vitamin B9 dan B12.
  • Kerusakan pada ginjal atau sumsum tulang, infeksi kronis di paru-paru.
  • Pendarahan usus, menstruasi yang berkepanjangan.
  • Gangguan-gangguan secara fisik seperti: kehilangan darah akibat pendarahan dalam, luka berat, siklus haid, melahirkan, terlalu sering mendonorkan darah.
  • Keracunan obat-obatan.
  • Kemungkinan adanya parasit di dalam tubuh (cacingan).

Untuk menanggulangi masalah anemia, sebaiknya jagalah kondisi tubuh dengan mengkonsumsi nutrisi yang cukup untuk berperan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah dalam tubuh.

Tips, mencegah dan mengatasi anemia :

  • Minum banyak air putih sekitar 8-12 gelas/hari.
  • Kecukupan zat besi (Fe), yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi daging, hati, kacang-kacangan, sayuran hijau dan susu.
  • Konsumsi makanan/minuman mengandung; vitamin C yang cukup agar dapat membantu penyerapan zat besi secara optimal, vitamin E untuk mempertahankan integritas diding sel darah, vitamin B6 sebagai kolator pembentukan Hb, vitamin B9 dan B12 sebagai pengendali proses pematangan sel darah merah atau mengkonsumsi vitamin B Kompleks.
  • Kurangi mengkonsumsi kopi atau minuman mengandung kafein tinggi, terutama 1 jam sebelum/setelah makan karena dapat menurunkan penyerapan zat besi didalam tubuh.

Designed by Posicionamiento Web | Bloggerized by GosuBlogger | Blue Business Blogger