Kenali Gejala Demam Pada DBD


Gejala Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus Dengue Tipe I-IV, disertai demam selama 5-7 hari dan bila timbul syok maka angka kematian pada penyakit ini cukup tinggi.

Gejala yang muncul tidak terlalu khas, hanya ditandai dengan rasa lelah dan pegal pada bagian punggung. Namun secara umum ada gejala khas yang perlu diwaspadai yaitu suhu badan penderita mendadak tinggi. Jika penderita mengalami panas tinggi yang berkepanjangan lebih dari satu hari dan tidak sembuh dengan meminum obat, maka segera konsultasikan ke dokter.

Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang biasanya mencari mangsa di siang hari antara pukul 09.00-12.00 serta sore hari antara pukul 14.00-17.00 WIB. Nyamuk ini berkembang biak di demam berdarahdalam rumah dan sekitarnya, seperti bak mandi, tempayan, vas bunga, drum, tangki, penampungan air. Pertumbuhan telur nyamuk ini hingga dewasa kurang lebih sekitar 10 hari.

Demam pada DBD mempunyai siklus demam yang khas disebut siklus demam pelana kuda. Ciri-ciri demam DBD atau demam pelana kuda :

Hari 1-3 Fase Demam Tinggi
Demam mendadak tinggi dan disertai sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, badan ngilu dan nyeri, serta mual/muntah, terkadang disertai bercak merah di kulit (tidak selalu).

Hari 4-5 Fase Kritis
Fase demam turun drastis dan sering mengecoh seolah terjadi kesembuhan. Namun inilah fase kritis kemungkinan terjadinya “Dengue Shock Syndrome”

Hari 6-7 Fase Masa Penyembuhan
Fase demam kembali tinggi sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan.
Jika tanda-tanda DBD di atas telah ditemukan, maka langkah terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Pertolongan pertama yang dapat diberikan untuk penderita adalah memberi minum sebanyak-banyaknya. Dapat berupa air masak yang dibubuhi garam oralit atau gula, susu, air kelapa, jus buah-buahan atau air teh.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah pada hari ketiga (Fase Demam Tinggi) sebelum terjadinya pola pelana, penderita sudah diperiksakan ke dokter untuk memastikan kemungkinan DBD. Bila menunggu terjadinya pola pelana yang biasanya terjadi pada hari kelima, maka sudah terlambat untuk ditangani.

Pada Fase Kritis, kejadian syok/dinding syok syndrome dipercepat oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Kondisi ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah. Karena darah bocor, maka kebanyakan kasus kematian penderita DBD akibat dari pendarahan yang berlanjut kondisi syok tersebut. Namun bila penanganannya cepat dan benar maka diharapkan masuk pada Fase Masa Penyembuhan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian pula dengan DBD. Salah satu pencegahan utama DBD adalah dengan kesadaran menjaga lingkungan yang dimulai dari diri sendiri, agar vektor nyamuk demam berdarah dapat diminimalisir. Inisiatif untuk membersihkan bak mandi, vas bunga, kolam air atau tempat-tempat lain yang tergenang air telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.

Postingan terkait: